Tanya Jawab

Jawaban Apa jenis makanan dan kebiasaan hidup orang betawi dan tionghoa?

Jika kamu sedang mencari jawaban atas pertanyaan: Apa jenis makanan dan kebiasaan hidup orang betawi dan tionghoa?, maka kamu berada di tempat yang tepat.
Disini ada beberapa jawaban mengenai pertanyaan tersebut. Silakan baca lebih lanjut.

Pertanyaan

Apa jenis makanan dan kebiasaan hidup orang betawi dan tionghoa?

Jawaban #1 untuk Pertanyaan: Apa jenis makanan dan kebiasaan hidup orang betawi dan tionghoa?

Jawaban:

Jenis makanan orang Betawi dan Tionghoa

– orang betawi adalah kerak telor,gado gado,nasi uduk,roti buaya,dll

– orang tionghoa adalah

Fuyunghai,capcai,bakso,siomay,bakpao,dll

kebiasaan orang Betawi dan Tionghoa

– Kebiasaan orang Betawi

1. Nyambat

Nyambat berarti mengundang orang lain untuk bergotong-royong mengerjakan suatu pekerjaan. Dalam masyarakat Betawi tradisi ini telah membudaya menurun. Nyambat dilakukan kompilasi ingin mengerjakan sesuatu yang berat bersama-sama, seperti seseorang ingin membangun rumah atau membajak sawah. Semua pekerjaan yang dilakukan dengan nyambat ini dilakukan sukarela tanpa dibayar tanpa pembayaran. Pihak yang meminta nyambat hanya menyediakan makanan dan minuman seadanya, bahkan orang yang membantu nyambat juga menyumbang konsumsi dalam kegiatan tersebut.

2. Nganter

Nganter dalam Bahasa Indonesia disebut mengantarkan, dapat mengantarkan makanan atau sesuatu. Dalam masyarakat Betawi ada satu tradisi nganter yang biasa terjadi pada bulan puasa. Setiap orang yang membuat masakan tertentu akan menyukai masakan itu untuk tetangganya atau kerabat terdekat. Orang yang mendapatkan makanan akan mengirim balesan menjadi masakan yang dibuatnya. Saling mengantarkan makanan ini dilakukan pada hari raya Idul Fitri. Pada saat lebaran atau Idul Fitri, orang yang berkunjung ke rumah orang lain tentu saja akan membawa gegawan (yang berisi kue-kue dan sebagainya) nanti dia juga akan menerima balesan dari orang yang dikunjungi.

Tradisi nganter ini juga dilakukan oleh menantu perempuan untuk mertuanya. Maksud dari makanan yang diantar ini untuk menunjukkan kepandaian masak sang menantu untuk mertuanya. Pada musim ikan bandeng juga termasuk tradisi nganter. Menantu laki-laki akan mengantarkan ikan bandeng ke mertuanya dan anteran ikan bandeng ibu ke besannya atau sebaliknya.

3. Ngored

Ngored merupakan salah satu tradisi masyarakat Betawi yang berarti membersihkan makam keluarga beberapa hari meminta bulan Ramadhan. Selain membersihkan makam, tidak lupa dilakukan pembacaan doa untuk keluarga yang telah diterima agar arwahnya diberikan keselamatan di dalam kubur. Kegiatan ngored tidak menambahkan dengan menyebarkan bunga seperti kegiatan nyekar pada adat Jawa. Pada saat ini banyak pemakaman Betawi yang ditaburi bunga bulan Ramadhan, tradisi ini bukan tradisi asli orang Betawi disetujui sudah tercampur dengan tradisi orang-orang Jawa.

4. Nyelengin

Nyelengin atau menabung merupakan kebiasaan masyarakat Betawi pada waktu dulu. Motivasi kebiasaan nyelengin ini untuk pergi haji. Kebiasaan nyelengin ini sudah ditanamkan sejak kecil hingga tua. Uang disimpan di selengan yang terbuat dari bambu yang diberi lubang untuk memasukan uang atau dapat juga selengan yang dibuat dari tanah liat yang terbuat dari ayam atau semar. Orang tua biasanya menyimpan uangnya di dalam celengan yang dibuat dari kaleng bekas atau bambu yang menjadi kerangka dari rumah. Bambu pada dinding rumah berhak atas, jika sudah penuh akan dipindahkan ke ruas bambu lain yang ada di dinding tersebut. Cara menabung yang cukup menarik di bambu selama bertahun-tahun cukup memadai untuk biaya haji.

5. Ngasih Duit

Ngasih duit atau memberikan uang merupakan salah satu tradisi dalam masyarakat Betawi khusus pada hari raya Idul Fitri. Uang yang diberikan merupakan uang yang baru ditukarkan di bank. Uang yang diberikan kepada anak-anak kecil yang datang berlebaran ke rumah orang tua. Tujuan ngasih duit ini untuk menggembirakan anak-anak tersebut.

Selain saat berlebaran, tradisi memberikan uang dilakukan oleh tuan rumah kepada anak-anak yang diundang dengan kalimat “akan membeli es di jalan pulang”. Tidak hanya itu, tradisi ngasih duit juga dilakukan oleh calon ibu mertua bagi calon menantunya yang bertemu di suatu tempat. Hal ini hanya untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada ibu terhadap calon pasangan. Jika diberikan uang, calon menantu tidak boleh ditolaknya.

6. Cara bicaranya ceplas ceplos dengan suara keras

Cara bicaranya ceplas ceplos dengan suara keras7. Kehidupan sosial masih kental dengan agama

Cara bicaranya ceplas ceplos dengan suara keras7. Kehidupan sosial masih kental dengan agama8. Orang tua biasa berkumpul di masjid

Dll

– kebiasaan orang Tionghoa

1. Sembahyang kepada Shen/Shien dengan mempersembahkan daging-dagingan (sembahyang sam ceng).

2. Sembahyang dengan menggunakan lilin berukuran besar, dianggap bisa mendapatkan rejeki yang besar juga.

3. Sembahyang dengan menggunakan hio yang panjangnya lebih dari 1 meter, dengan diameter sekitar 10-15 cm, atau sembahyang dengan dupa satu pak (dupa ratusan) tujuannya agar bisa mendapatkan rejeki yang banyak.

4. Sebelum bersembahyang terlebih dahulu mengetuk2 Hiolo/Altar/menghentak2an kaki ke bumi.

5. Membakar segepok kertas Kim Coa setelah selesai bersembahyang, dianggapan sebagai salah satu bentuk persembahan.

6. Mengasapi muka/wajah dengan asap dupa.

Dll

maaf kalo salah^_^

Jawaban #2 untuk Pertanyaan: Apa jenis makanan dan kebiasaan hidup orang betawi dan tionghoa?

Jawaban:betawi=kerak telor, gado², dodol betawi

Tionghoa :fuyung hai, cap cay

Penjelasan:

Maaf klo salah

Sekian tanya-jawab mengenai Apa jenis makanan dan kebiasaan hidup orang betawi dan tionghoa?, semoga dengan ini bisa membantu menyelesaikan masalah kamu.