Tanya Jawab

Jawaban Bagaimana bila kita mengeluarkan zakat fitrah dengan barang elektronik?​

Jika kamu sedang mencari jawaban atas pertanyaan: Bagaimana bila kita mengeluarkan zakat fitrah dengan barang elektronik?​, maka kamu berada di tempat yang tepat.
Disini ada beberapa jawaban mengenai pertanyaan tersebut. Silakan baca lebih lanjut.

Pertanyaan

Bagaimana bila kita mengeluarkan zakat fitrah dengan barang elektronik?​

Jawaban #1 untuk Pertanyaan: Bagaimana bila kita mengeluarkan zakat fitrah dengan barang elektronik?​

Jawaban:

ATM, kartu kredit, hingga transfer daring itu pada dasarnya adalah sarana pembayaran sebagaimana sarana-sarana transaksi lainnya. 

Hanya, mengingat penunaian zakat itu adalah rukun agama Islam yang sejajar dengan rukun-rukun Islam yang lain, di mana pelaksanaannya sebisa mungkin harus dilakukan pada waktunya, maka sebisa mungkin pula harus “dipastikan” atau minimal “diduga kuat” bahwa proses pembayaran zakat benar-benar tepat waktu dan tepat sasaran. 

Contohnya pembayaran zakat fitrah yang terbatas dan terikat benar waktunya, yakni mulai terbenam matahari di akhir bulan Ramadhan sampai selesai pelaksanaan khutbah Id yang lazim diistilahkan dengan sampai imam turun dari mimbar (usai memberikan khutbah Id).

Ketika dilakukan setelah pelaksanaan khutbah Idul Fitri usai, maka pembayarannya tidak lagi dikategorikan ke dalam zakat fitrah. Dengan sendirinya, ini menjadi sedekah biasa, bukan lagi zakat fitrah namanya. Oleh karena itu, demi menghindari hal-hal yang semacam itu terjadi, pembayaran lewat ATM, kartu kredit, atau transfer daring harus dicermati benar sistem dan prosesnya demi menghindari kemungkinan yang tidak kita harapkan. 

Belum lagi proses penyalurannya oleh panitia kepada para mustahik zakat yang langsung maupun tidak langsung ada keterkaitan antara perintah pengeluaran zakat khususnya zakat fitrah, bahkan zakat mal sekalipun dengan “jaminan kesejahteraan” dan kebahagiaan mustahikkin—terutama fuqara dan masakin—di saat merayakan Idul Fitri.  

Khusus untuk pembayaran zakat yang dilakukan dengan menggunakan kartu kredit atau kartu elektronik lain di mana muzaki pada dasarnya dan dalam kenyataannya membayar zakatnya melalui utang yang baru akan dibayar beberapa waktu kemudian sesuai dengan jatuh tempo penagihan, tidaklah mengherankan bila terdapat perbedaan pendapat dalam menentukan hukum sah atau tidaknya. 

Pengasuh lebih cenderung untuk menyarankan tidak menggunakannya kecuali benar-benar dalam keadaan “terpaksa.” Atau, kalaupun karena satu dan lain hal kita “terpaksa” harus melakukan pembayaran zakat—khususnya zakat fitrah—melalui kartu kredit, maka melakukannya harus diusahakan dengan lebih dahulu (lebih cepat) waktunya sehingga waktu jatuh tempo penagihan pembayaran, diduga kuat masih pada waktu kewajiban kita menunaikan zakat fitrah itu sendiri. 

Dengan cara demikian, selain insya Allah kita membayar zakat tepat waktu, juga pada saat diterimakan zakat itu kepada para mustahiknya sudah menjadi milik kita mengingat utangnya sudah dibayar.

Penjelasan:

semoga membantu

Sekian tanya-jawab mengenai Bagaimana bila kita mengeluarkan zakat fitrah dengan barang elektronik?​, semoga dengan ini bisa membantu menyelesaikan masalah kamu.