Tanya Jawab

Jawaban Berkunjung ke observatorium Alur cerita: Jenis alur cerita: Berkunjung ke Observatorium Keluarga Ton…

Jika kamu sedang mencari jawaban atas pertanyaan: Berkunjung ke observatorium Alur cerita: Jenis alur cerita: Berkunjung ke Observatorium Keluarga Ton…, maka kamu berada di tempat yang tepat.
Disini ada beberapa jawaban mengenai pertanyaan tersebut. Silakan baca lebih lanjut.

Pertanyaan

Berkunjung ke observatorium
Alur cerita:
Jenis alur cerita:
Berkunjung ke Observatorium
Keluarga Toni berkunjung ke tempat peneropongan bintang di Bandung. Toni sangat
senang belajar mengenai Tata Surya dan keindahan planet-planet. Ayah mengajak Toni
berlibur ke tempat yang ia sukai.
Sesampainya di observatorium, Toni melihat para pengunjung sudah ramai. Setelah
membeli tiket, mereka memasuki ruangan. Di dalam observatorium terdapat teropong yang
sangat besar. Salah satu dari pemandu menjelaskan tentang teropong itu.
“Ini adalah teropong Schmidt Bimasakti. Teropong ini digunakan untuk mempelajari
Galaksi Bimasakti, asteroid, dan pengamatan bintang. Teropong ini disebut juga kamera
Schmidt, karena mempunyai sistem optik Schmidt. Schmidt adalah nama penemu instrumen
optik Schmidt, yaitu Bernard Voldemar Schmidt,” jelas pemandu .Toni mengacungkan tangan kemudian bertanya kepada pemandu. “Berarti kita dapat
mengamati bintang dengan teropong ini ya, Pak?”
Pemandu tersebut tersenyum. “Betul sekali. Selain bintang, kita juga dapat mengamati
meteor. Meteor disebut juga bintang jatuh. Apakah kalian pernah mendengar istilah bintang
Jatuh? Meteor adalah benda langit yang jatuh dan mengalami gesekan dengan atmosfer
Bumi. Meteor yang sampai ke Bumi berupa serpihan-serpihan disebut dengan meteorit.”
Toni dan beberapa pengunjung lain lalu mengikuti pemandu ke ruangan lain. Di sana,
ia melihat beberapa replika teropong. Ada yang tahu perbedaan asteroid dan meteoroid?”
tanyanya sambil melihat kepada pengunjung.
Toni tidak menjawab. Ia juga belum mengetahui perbedaan kedua benda langit tersebut.
“Jadi, pengunjung sekalian, keduanya sama-sama merupakan benda langit. Namun,
ukuran asteroid lebih besar daripada meteoroid. Meteoroid dikenal sebagai pecahan dari
asteroid,” jawab pemandu.
Toni mengangguk-angguk. Rombongan pun sampai pada ruangan di mana mereka dapat
mencoba menggunakan teropong. Namun, hari itu masih sore. Mereka tidak bisa melakukan
peneropongan karena teropong baru bisa digunakan pada malam hari. Meski begitu, Toni
sangat senang telah berlibur ke observatorium. Ia telah mendapat banyak sekali pelajaran
dan pengetahuan baru.
Sumber Dokumen Penerbit​

Jawaban #1 untuk Pertanyaan: Berkunjung ke observatorium
Alur cerita:
Jenis alur cerita:
Berkunjung ke Observatorium
Keluarga Toni berkunjung ke tempat peneropongan bintang di Bandung. Toni sangat
senang belajar mengenai Tata Surya dan keindahan planet-planet. Ayah mengajak Toni
berlibur ke tempat yang ia sukai.
Sesampainya di observatorium, Toni melihat para pengunjung sudah ramai. Setelah
membeli tiket, mereka memasuki ruangan. Di dalam observatorium terdapat teropong yang
sangat besar. Salah satu dari pemandu menjelaskan tentang teropong itu.
“Ini adalah teropong Schmidt Bimasakti. Teropong ini digunakan untuk mempelajari
Galaksi Bimasakti, asteroid, dan pengamatan bintang. Teropong ini disebut juga kamera
Schmidt, karena mempunyai sistem optik Schmidt. Schmidt adalah nama penemu instrumen
optik Schmidt, yaitu Bernard Voldemar Schmidt,” jelas pemandu .Toni mengacungkan tangan kemudian bertanya kepada pemandu. “Berarti kita dapat
mengamati bintang dengan teropong ini ya, Pak?”
Pemandu tersebut tersenyum. “Betul sekali. Selain bintang, kita juga dapat mengamati
meteor. Meteor disebut juga bintang jatuh. Apakah kalian pernah mendengar istilah bintang
Jatuh? Meteor adalah benda langit yang jatuh dan mengalami gesekan dengan atmosfer
Bumi. Meteor yang sampai ke Bumi berupa serpihan-serpihan disebut dengan meteorit.”
Toni dan beberapa pengunjung lain lalu mengikuti pemandu ke ruangan lain. Di sana,
ia melihat beberapa replika teropong. Ada yang tahu perbedaan asteroid dan meteoroid?”
tanyanya sambil melihat kepada pengunjung.
Toni tidak menjawab. Ia juga belum mengetahui perbedaan kedua benda langit tersebut.
“Jadi, pengunjung sekalian, keduanya sama-sama merupakan benda langit. Namun,
ukuran asteroid lebih besar daripada meteoroid. Meteoroid dikenal sebagai pecahan dari
asteroid,” jawab pemandu.
Toni mengangguk-angguk. Rombongan pun sampai pada ruangan di mana mereka dapat
mencoba menggunakan teropong. Namun, hari itu masih sore. Mereka tidak bisa melakukan
peneropongan karena teropong baru bisa digunakan pada malam hari. Meski begitu, Toni
sangat senang telah berlibur ke observatorium. Ia telah mendapat banyak sekali pelajaran
dan pengetahuan baru.
Sumber Dokumen Penerbit​

Jawaban:

JUDUL CERITA : Berkunjung ke obsrervatorium”

ALUR : Alur maju

PEMBAHASAN :

Alur adalah rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin sedemikian rupa sehingga menggerakkan jalan cerita, dari awal, tengah, hingga mencapai klimaks dan akhir cerita. Banyak cara untuk menyusun alur cerita.

Macam macam Alur cerita :

  • Alur maju

jalan cerita yang menyajikan urutan dimulai dari awal perkenal menuju tahap penyelesaian secara berurutan atau sistematis. Alur maju menyajikan tahapan cerita sesuai dengan perjalan waktu.

  • Alur mundur

adalah alur yang menjikan cerita yang dimulai dari masa depan kemudian menceritakan kembali kejadian di masa lampu. Alur mundur merupakan jalan cerita yang tidak berurutan dan kebalikan dari alur maju.

  • Alur campuran

Alur campuran merupakan alur perpaduan antara alur maju dan alur mundur. Tahapan cerita pada alur ini dimulai dari masa kini, atau masa lalu yang nantinya akan digabungkan seiring berjalannya cerita.

[«============================»]

#SemangatBelajar!!

#SemogaMembantu:)

@Zahra7393

Sekian tanya-jawab mengenai Berkunjung ke observatorium Alur cerita: Jenis alur cerita: Berkunjung ke Observatorium Keluarga Ton…, semoga dengan ini bisa membantu menyelesaikan masalah kamu.