Tanya Jawab

Jawaban Perkawinan antara tikus tikus hitam bergenotipe identik menghasilkan keturunan 18 buah warna krem 54…

Jika kamu sedang mencari jawaban atas pertanyaan: Perkawinan antara tikus tikus hitam bergenotipe identik menghasilkan keturunan 18 buah warna krem 54…, maka kamu berada di tempat yang tepat.
Disini ada beberapa jawaban mengenai pertanyaan tersebut. Silakan baca lebih lanjut.

Pertanyaan

Perkawinan antara tikus tikus hitam bergenotipe identik menghasilkan keturunan 18 buah warna krem 54 warna hitam dan 24 albino. jika albino diatur oleh salah satu genotipe epistasis resesif Bagaimana genotip induk dan keturunannya?

Jawaban #1 untuk Pertanyaan: Perkawinan antara tikus tikus hitam bergenotipe identik menghasilkan keturunan 18 buah warna krem 54 warna hitam dan 24 albino. jika albino diatur oleh salah satu genotipe epistasis resesif Bagaimana genotip induk dan keturunannya?

Perkawinan antara tikus tikus hitam bergenotipe identik menghasilkan keturunan 18 buah warna krem 54 warna hitam dan 24 albino. Jika albino diatur oleh salah satu genotipe epistasis resesif, genotip induk dan keturunannya adalah ….

Jawaban

Pendahuluan

Penyimpangan semu hukum Mendell merupakan bentuk persilangan yang menghasilkan rasio fenotif yang berbeda dengan dasar dihibrid menurut hukum Mendel. Meskipun tampak berbeda sebenarnya rasio fenotif yang diperoleh merupakan modifikasi dari penjumlahan rasio fenotip hukum mendel semula. Adapun macam penyimpangan hukum Mendell adalah sebagai berikut:

1. Polimeri adalah suatu gejala dimana terdapat banyak gen bukan alel tetapi mempengaruhi karakter/sifat yang sama. Polimeri memiliki ciri-ciri makin banyak gen dominan, maka sifat karakternya makin kuat. Contoh: persilangan antara gandum berkulit merah dengan gandum berkulit putih. Dihasilkan perbandingan F2 nya adalah merah : putih = 15 : 1

2. Kriptomeri merupakan suatu peristiwa dimana suatu faktor tidak tampak pengaruhnya bila berdiri sendiri, tetapi baru tampak pengaruhnya bila ada faktor lain yang menyertainya. Kriptomeri memiliki ciri khas: ada karakter baru muncul bila ada 2 gen dominan bukan alel berada bersama. Contoh: persilangan Linaria maroccana bunga merah dengan bunga putih dihasilkan rasio fenotif F2 ungu : merah : putih = 9 : 3 : 4

3. Epistasis-hipostasis merupakan suatu peristiwa dimana suatu gen dominan menutupi pengaruh gen dominan lain yang bukan alelnya. Gen yang menutupi disebut epistasis, dan yang ditutupi disebut hipostasis. Jika H dan K berada bersama-sama dan keduanya dominan, maka karakter yang muncul adalah hitam. Ini berarti hitam epistasis (menutupi) terhadap kuning/kuning hipostasis (ditutupi) terhadap hitam. Contoh: persilangan antara jagung berkulit hitam dengan jagung berkulit kuning. Dihasilkan rasio fenotif F2 hitam : kuning : putih = 12 : 3 : 1

4. Komplementer merupakan bentuk kerjasama dua gen dominan yang saling melengkapi untuk memunculkan suatu karakter. Gen D dan E berada bersama bekerjasama memunculkan karakter normal. Komplementer memiliki ciri-ciri bila hanya memiliki salah satu gen dominan D atau E saja, karakter yang muncul adalah bisu tuli. Contoh: perkawinan antara dua orang yang sama-sama bisu tuli. Dihasilkan perbandingan fenotif F2 normal : bisu tuli = 9 : 7

5. Interaksi alel merupakan suatu peristiwa dimana muncul suatu karakter akibat interaksi antar gen dominan maupun antar gen resesif. Pada interaksi gen memiliki ciri-ciri bahwa ada 2 karakter baru muncul yaitu Walnut (muncul karena interaksi 2 gen dominan) dan Singel (muncul karena interaksi 2 gen resesif). Contoh: mengenai pial/jengger pada ayam. Dihasilkan rasio fenotif F2 Walnut : Ros : Pea : Single = 9 : 3 : 3 : 1

Pembahasan

Pada perkawinan antara tikus tikus hitam bergenotipe identik menghasilkan keturunan 18 buah warna krem 54 warna hitam dan 24 albino. Albino diatur oleh salah satu genotipe epistasis resesif.

Dari keterangan diatas dapat diketahui bahwa perbandingan keturunan pertama (F1) adalah hitam : krem : albino = 54 : 18 : 24 hal ini setara dengan perbandingan 9 : 3 : 4. Dari hasil tersebut diketahui pula bahwa sifat albino merupakan epistasis resesif, jadi dapat di tentukan genotip ketiga sifat tersebut sebagai berikut:

Hitam = jika terdapat 2 gen dominan (AABB, AABb, AaBB, AaBb)

Krem = jika terdapat gen dominan A saja (AAbb, Aabb)

Albino = jika terdapat gen a (aaBB, aaBb, aabb)

Maka dari hasil tersebut dapat diketahui persilangan kedua induk tersebut adalah:

Parental: hitam  x  hitam

Genotip: AaBb  x  AaBb

Gamet: AB, Ab, aB, ab  x  AB, Ab, aB, ab

Filial:  

1 AABB = hitam

2 AABb = hitam

2 AaBB = hitam

4 AaBb = hitam

1 AAbb = krem

2 Aabb = krem

1 aaBB = albino

2 aaBb = albino

1 aabb = albino

Perbandingan fenotip adalah:  

Hitam : krem : albino = 9 : 3 : 4

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas maka dapat diketahui bahwa:

1. Genotip kedua induk adalah hitam dengan genotip AaBb

2. Keturunannya adalah Hitam : krem : albino = 9 : 3 : 4

Pelajari lebih lanjut

1. istilah pewarisan sifat: https://brainly.co.id/tugas/17480303

2. persilangan dihibrid: https://brainly.co.id/tugas/17585449  

3. kriptomeri: https://brainly.co.id/tugas/18497573

Detil Jawaban

Kelas: 12

Mapel: Biologi

Bab: Pola Hereditas

Kode: 12.4.5

Kata Kunci: persilangan dihibrid, penyimpangan semu mendel, epistasis resesif (kriptomeri)

Sekian tanya-jawab mengenai Perkawinan antara tikus tikus hitam bergenotipe identik menghasilkan keturunan 18 buah warna krem 54…, semoga dengan ini bisa membantu menyelesaikan masalah kamu.