Tanya Jawab

Jawaban proses replikasi virus terjadi melalui dua cara,yaitu daur litik dan lisogenik.sebutkan tiga perbeda…

Jika kamu sedang mencari jawaban atas pertanyaan: proses replikasi virus terjadi melalui dua cara,yaitu daur litik dan lisogenik.sebutkan tiga perbeda…, maka kamu berada di tempat yang tepat.
Disini ada beberapa jawaban mengenai pertanyaan tersebut. Silakan baca lebih lanjut.

Pertanyaan

proses replikasi virus terjadi melalui dua cara,yaitu daur litik dan lisogenik.sebutkan tiga perbedaan daur litik dan lisogenik pada replikasi virus dan tuliskan jawabanmu dalam bentuk tabel

Jawaban #1 untuk Pertanyaan: proses replikasi virus terjadi melalui dua cara,yaitu daur litik dan lisogenik.sebutkan tiga perbedaan daur litik dan lisogenik pada replikasi virus dan tuliskan jawabanmu dalam bentuk tabel

Proses replikasi virus terjadi melalui dua cara,yaitu daur litik dan lisogenik. Tiga perbedaan daur litik dan lisogenik pada replikasi virus adalah ….

Jawaban

Pendahuluan

Pengertian virus adalah parasit mikroskopik yang mampu menginfeksi sel organisme. Umumnya virus memiliki sejumlah asam nukleat yang DNA ataupun RNA (namun tidak kombinasi keduanya). Asam nukleat tersebut diselubungi bahan yang mampu melindungi bagian virus yang terdiri dari glikoprotein, protein dan lipid (bisa juga kombinasi ketiganya).  

Struktur dan anatomi virus.

Struktur virus sendiri terdiri dari kepala, kapsid, isi tubuh dan ekor. Pada bagian kepala, terdapat DNA atau asam nukleat. Sedangkan kapsid merupakan selubung yang berbentuk protein.

Fungsi dari kapsid adalah memberi bentuk virus sekaligus melindungi virus dari kondisi lingkungan yang mampu merugikan virus. Isi tubuh virus yang disebut virion ini terdiri dari asam inti yang merupakan materi generik berisi kode-kode pembawa sifat virus. Sedangkan ekor virus merupakan alat yang digunakan untuk menempel pada makhluk hidup (inang).

Virus dapat diidentifikasi melalui beberapa ciri-ciri berikut ini:

  • Pertama, virus berukuran sangat kecil yaitu sekitar 20-300 milimikron.
  • Kedua, virus tidak memiliki sel/ asesuler.
  • Ketiga, sebagian besar virus berupa kristal/ hablur.
  • Keempat, virus bisa berbentuk oval, silinder, kompleks atau polyhedral.
  • Kelima, hanya memiliki salah satu asam nukleat saja.
  • Keenam, tidak dapat membelah diri dan bergerak.
  • Ketujuh, mampu hidup di sel makhluk hidup jenis apa saja.

Kebanyakan dari jenis virus memang merugikan, dimana virus yang menyerang tumbuhan juga menyebabkan kerusakan atau matinya tumbuhan. Contohnya pada daun tembakau yang diserang Tobacco Mozaic Virus. Selain itu virus juga dapat menginfeksi pada hewan, contohnya cacar pada sapi Vicinia Virus.

Namun peranan virus disini tidak hanya merugikan saja. Pasalnya virus yang telah dilemahkan dapat dimanfaatkan dalam bidang kesehatan, diantaranya membuat antitoksin, melemahkan bakteri, memproduksi vaksin dan menyerang patogen.  

Pembahasan

Secara bahasa virus yang merupakan bahasa latin yaitu dari kata virion yang memiliki arti racun. Pengertian virus adalah parasit mikroskopik yang mampu menginfeksi sel organisme.

Virus bukan merupakan suatu sel karena alasannya sebagai berikut:

1. Ukurannya sangat kecil.

2. Tidak memiliki sitoplasma, membran sel dan organel sel.  

3. Dapat dikristalkan.  

Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan cara menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup, hal itu dikarenakan virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Oleh karena itu virus disebut juga parasit obligat karena sifatnya tersebut.

Virus tidak termasuk makhluk hidup maupun benda mati. Hal itu karena tidak semua ciri makhluk hidup dimiliki oleh virus. Sebagai makhluk hidup, virus memiliki RNA/DNA sehingga dapat berkembang biak (sekalipun harus menggunakan inang). Akan tetapi sebagai benda mati, virus belum diketahui membutuhkan makanan atau tidak.

Oleh karena virus dapat disebut sebagai makhluk hidup maka virus dapat memperbanyak diri /replikasi. Terdapat 2 macam proses replikasi virus, yaitu:

1. Daur litik. Terdiri dari tahap-tahap:

a. Adsorbsi yaitu penempelan tubuh virus ke inang.

b. Penetrasi yaitu memasukkan asam nukleat (DNA/RNA) virus ke tubuh inang.

c. Sintesis yaitu pembentukan bagian-bagian virus.

d. Perakitan yaitu membentuk virus baru.

e. Lisis yaitu keluarnya virus baru dari tubuh inang dengan cara menghancurkan dinding sel inang.

2. Daur lisogenik. Terdiri dari tahap-tahap:

a. Adsorbsi yaitu penempelan tubuh virus ke inang.

b. Penetrasi yaitu memasukkan asam nukleat (DNA/RNA) virus ke tubuh inang.

c. Penggabungan yaitu DNA/RNA virus dengan DNA bakteri membentuk profage.

d. Reproduksi sel inang dengan membawa DNA/RNA virus (profage). Jika imunitas bakteri menurun maka DNA/RNA virus melanjutkan tahap selanjutnya.

e. Sintesis yaitu pembentukan bagian-bagian virus.

f. Perakitan yaitu membentuk virus baru.

g. Lisis yaitu keluarnya virus baru dari tubuh inang dengan cara menghancurkan dinding sel inang.

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas maka dapat diketahui perbedaan replikasi virus secara litik dan lisogenik sebagai berikut:

1. Daur litik

a. DNA atau RNA virus tidak bergabung dengan DNA bakteri.

b. DNA atau RNA virus tidak dibawa oleh bakteri saat bereproduksi.

c. Pembentukan virus lebih cepat.

2. Daur lisogenik

a. DNA atau RNA virus bergabung dengan DNA bakteri (membentuk profag).

b. DNA atau RNA virus diturunkan ke generasi bakteri berikutnya saat bereproduksi.

c. Pembentukan virus lebih lama tergantung keadaan bakteri.

Pelajari lebih lanjut

1. selubung protein virus: https://brainly.co.id/tugas/12999478

2. virus sebagai parasit obligat: https://brainly.co.id/tugas/17911891

3. klasifikasi virus: https://brainly.co.id/tugas/18177998

Detil Jawaban

Kelas: 10

Mapel: Biologi

Bab: Virus

Kode: 10.4.4

Kata Kunci: virus, replikasi virus, daur litik, daur lisogenik

Sekian tanya-jawab mengenai proses replikasi virus terjadi melalui dua cara,yaitu daur litik dan lisogenik.sebutkan tiga perbeda…, semoga dengan ini bisa membantu menyelesaikan masalah kamu.