Tanya Jawab

Jawaban Sudah delapan puluh tahun lebih bahasa Indonesia dijunjung sebagai bahasa persatuan, di atas kurang…

Jika kamu sedang mencari jawaban atas pertanyaan: Sudah delapan puluh tahun lebih bahasa Indonesia dijunjung sebagai bahasa persatuan, di atas kurang…, maka kamu berada di tempat yang tepat.
Disini ada beberapa jawaban mengenai pertanyaan tersebut. Silakan baca lebih lanjut.

Pertanyaan

Sudah delapan puluh tahun lebih bahasa Indonesia dijunjung sebagai bahasa persatuan, di atas kurang lebih 746 ragam bahasa daerah yang juga turut tumbuh berkembang. Namun, semangat penghargaan atas keberagaman atau multikultural itu rupanya belum mampu tercemin dalam keseharian. Sebagian kalangan menyebut ada kesalahan mendasar dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia dan perlu segera direkonstruksi sebab pembelajaran bahasa Indonesia masih terpaku pada pemenuhan kompetensi mendengar, menulis, membaca, dan berbicara. Padahal, dengan belajar bahasa Indonesia, harusnya peserta didik juga dapat dibekali semangat menghargai keberagaman, ungkap salah seorang guru besar sebuah perguruan tinggi negeri di Indonesia. Semangat keberagaman yang tercemin dari pembelajaran bahasa Indonesia, menurut beliau, tidak lepas dari tekad untuk menjadikannya sebagai bahasa pemersatu. Bisa saja saat Sumpah Pemuda 1928, orang Jawa memaksakan kehendaknya dan etnis lain juga bisa melakukan hal yang sama. Namun, atas nama kepentingan nasional muncul keberanian untuk menyepakati bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di atas keberagaman etnis yang ada, jelasnya pula.

Simpulan isi paragraf adalah …
A. Sudah delapan puluh tahun lebih bahasa Indonesia dijunjung sebagai bahasa persatuan, di atas kurang lebih 746 ragam bahasa, tetapi masih kurang disadari oleh beberapa kalangan penduduk Indonesia.

B. Pembelajaran bahasa Indonesia masih terpaku pada pemenuhan kompetensi mendengar, menulis, membaca, dan berbicara, padahal melalui pembelajaran bahasa Indonesia dapat dibekali semangat menghargai keberagaman.

C. Semangat penghargaan atas keberagaman atau multikultural itu sangat sulit diterapkan dalam keseharian, apalagi sebagian kalangan tidak mengetahui bagaimana proses pembentukan bahasa persatuan dahulunya.

D. Pada saat Sumpah Pemuda 1928, sebetulnya beberapa suku bangsa, seperti suku Jawa, bisa saja memaksakan kehendaknya untuk menggunakan atau memakai bahasa mereka sebagai bahasa persatuan bangsa.

E. Ada kalangan yang mengatasnamakan kepentingan nasional yang dimunculkan keberaniannya untuk menyepakati bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di atas keberagaman yang ada, tetapi penerapannya sulit.

terima kasih​

Jawaban #1 untuk Pertanyaan: Sudah delapan puluh tahun lebih bahasa Indonesia dijunjung sebagai bahasa persatuan, di atas kurang lebih 746 ragam bahasa daerah yang juga turut tumbuh berkembang. Namun, semangat penghargaan atas keberagaman atau multikultural itu rupanya belum mampu tercemin dalam keseharian. Sebagian kalangan menyebut ada kesalahan mendasar dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia dan perlu segera direkonstruksi sebab pembelajaran bahasa Indonesia masih terpaku pada pemenuhan kompetensi mendengar, menulis, membaca, dan berbicara. Padahal, dengan belajar bahasa Indonesia, harusnya peserta didik juga dapat dibekali semangat menghargai keberagaman, ungkap salah seorang guru besar sebuah perguruan tinggi negeri di Indonesia. Semangat keberagaman yang tercemin dari pembelajaran bahasa Indonesia, menurut beliau, tidak lepas dari tekad untuk menjadikannya sebagai bahasa pemersatu. Bisa saja saat Sumpah Pemuda 1928, orang Jawa memaksakan kehendaknya dan etnis lain juga bisa melakukan hal yang sama. Namun, atas nama kepentingan nasional muncul keberanian untuk menyepakati bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di atas keberagaman etnis yang ada, jelasnya pula.

Simpulan isi paragraf adalah …
A. Sudah delapan puluh tahun lebih bahasa Indonesia dijunjung sebagai bahasa persatuan, di atas kurang lebih 746 ragam bahasa, tetapi masih kurang disadari oleh beberapa kalangan penduduk Indonesia.

B. Pembelajaran bahasa Indonesia masih terpaku pada pemenuhan kompetensi mendengar, menulis, membaca, dan berbicara, padahal melalui pembelajaran bahasa Indonesia dapat dibekali semangat menghargai keberagaman.

C. Semangat penghargaan atas keberagaman atau multikultural itu sangat sulit diterapkan dalam keseharian, apalagi sebagian kalangan tidak mengetahui bagaimana proses pembentukan bahasa persatuan dahulunya.

D. Pada saat Sumpah Pemuda 1928, sebetulnya beberapa suku bangsa, seperti suku Jawa, bisa saja memaksakan kehendaknya untuk menggunakan atau memakai bahasa mereka sebagai bahasa persatuan bangsa.

E. Ada kalangan yang mengatasnamakan kepentingan nasional yang dimunculkan keberaniannya untuk menyepakati bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di atas keberagaman yang ada, tetapi penerapannya sulit.

terima kasih​

Jawaban:

B. Pembelajaran bahasa Indonesia masih terpaku pada pemenuhan kompetensi mendengar, menulis, membaca, dan berbicara, padahal melalui pembelajaran bahasa Indonesia dapat dibekali semangat menghargai keberagaman.

Sekian tanya-jawab mengenai Sudah delapan puluh tahun lebih bahasa Indonesia dijunjung sebagai bahasa persatuan, di atas kurang…, semoga dengan ini bisa membantu menyelesaikan masalah kamu.