Tanya Jawab

Jawaban tulisan pokok-pokok berita tentang meletusnya gunung Semeru menggunakan unsur 5W+1H ​

Jika kamu sedang mencari jawaban atas pertanyaan: tulisan pokok-pokok berita tentang meletusnya gunung Semeru menggunakan unsur 5W+1H ​, maka kamu berada di tempat yang tepat.
Disini ada beberapa jawaban mengenai pertanyaan tersebut. Silakan baca lebih lanjut.

Pertanyaan

tulisan pokok-pokok berita tentang meletusnya gunung Semeru menggunakan unsur 5W+1H

Jawaban #1 untuk Pertanyaan: tulisan pokok-pokok berita tentang meletusnya gunung Semeru menggunakan unsur 5W+1H

Jawaban:

Ribuan mengungsi karena potensi letusan Gunung Agung meningkatAbraham UtamaBBC Indonesia22 September 2017Bagikan artikel ini dengan Facebook Bagikan artikel ini dengan Twitter Bagikan artikel ini dengan Messenger Bagikan artikel ini dengan Email KirimHak atas fotoEPAImage captionPara pengungsi tinggal di sejumlah pos yang disiapkan pemerintah maupun di rumah-rumah warga lain di luar kawasan bahaya.

Sebanyak 9.421 warga Kabupaten Karangasem, Klungkung, dan Buleleng telah mengungsi sejak status Gunung Agung di Bali ditingkatkan ke level awas awal pekan lalu. Dalam sebulan terakhir gunung itu menunjukkan aktivitas kegempaan terbesar setelah terakhir kali meletus tahun 1963 dan menewaskan 1.148 orang.

Pihak berwenang sudah meminta wisatawan dan penduduk setempat agar tidak berkemah atau melakukan pendakian dalam radius sekitar 9km dari kawah gunung.

“Sebaiknya tidak ada kegaitan masyarakat umum di dalam radius tertentu karena kemungkinan letusan,” jelas Sutopo Purwo Nugroho dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BNPB.

Sementara pemerintah Australia sudah mengeluarkan saran perjalanan, Jumat (22/09), agar warganya di Bali -dan yang akan ke Bali- berhati-hati dan mengikuti isntruksi dari pihak berwenang Indonesia.

Aktivitas meningkat, Gunung Sinabung erupsi belasan kali sehariRawan bencana, warga di sekitar Gunung Sinabung ‘harus direlokasi’Dapatkah letusan gunung berapi sebabkan kiamat?

Peningkatan aktifitas gunung memang menunjukkan peningkatan beberapa waktu belakangan.

“Gempa Gunung Agung dalam satu bulan biasanya tercatat hanya satu atau dua kali, tapi sejak Agustus lalu ada peningkatan yang luar biasa,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani, Jumat (22/09).

Menurut catatan PVMBG, letusan Gunung Agung pada 1963 berselang 120 tahun dari letusan sebelumnya. Dalam laporan geolog MT Zen dan Djajadi Hadikusumo yang diterbitkan pada 1964, ribuan korban letusan itu tewas akibat terpapar awan panas.

Sementara itu, sekitar 200 korban lainnya tewas karena tersapu lahar dingin. Hujan deras yang turun ketika letusan berlangsung, kata dua geolog itu, memicu aliran lahar yang merusak desa-desa.

Penjelasan:

semoga membantu

Sekian tanya-jawab mengenai tulisan pokok-pokok berita tentang meletusnya gunung Semeru menggunakan unsur 5W+1H ​, semoga dengan ini bisa membantu menyelesaikan masalah kamu.